Anda sudah pilih model payung, harga sudah cocok, tinggal satu pertanyaan terakhir dari kami: logonya mau disablon atau pakai DTF?
Buat sebagian orang pertanyaan ini bikin bingung. Padahal jawabannya menentukan dua hal yang paling Anda pedulikan: berapa yang Anda bayar, dan seberapa bagus logo Anda menempel. Salah pilih, Anda bisa bayar lebih mahal dari seharusnya — atau dapat hasil yang warnanya meleset dari brand.
Kabar baiknya, aturannya sederhana. Anda tidak perlu jadi ahli cetak untuk memilih dengan benar.
Apa itu sablon, dan bagaimana cara kerjanya
Sablon adalah teknik cetak paling tua sekaligus paling umum untuk payung. Prinsipnya sederhana. Tinta diswipe menembus sebuah screen — semacam saringan tipis yang polanya sudah dibentuk mengikuti logo Anda — memakai blok dari karet, sampai tintanya menempel ke kain payung. Satu screen untuk satu warna. Jadi kalau logo Anda dua warna, kami buat dua screen dan mencetak dua lapisan, satu warna per lapisan.

Yang membedakan sablon: tintanya meresap dan menyatu dengan serat kain, bukan sekadar menempel di permukaan. Itu sebabnya sablon yang dikerjakan benar bisa bertahun-tahun tanpa mengelupas.
Tapi ada konsekuensinya. Membuat screen butuh waktu dan biaya di depan. Begitu screen jadi, mencetak 50 atau 500 payung jadi sangat murah per unitnya.
Apa itu DTF, dan bagaimana cara kerjanya
DTF singkatan dari Direct to Film. Berbeda dengan sablon, teknik ini tidak memakai screen sama sekali.
Logo Anda dicetak dulu secara digital ke selembar film khusus — persis seperti hasil printer, lengkap dengan semua warna dan gradasinya sekaligus. Film itu lalu ditaburi bubuk perekat, dipanaskan, baru dipress ke kain payung. Hasil akhirnya berupa lapisan tipis yang menempel di atas permukaan kain.

Karena seluruh prosesnya digital, DTF tidak butuh setup per warna. Logo satu warna atau foto penuh warna, ongkos prosesnya sama. Konsekuensinya, biaya per lembar cenderung tetap — tidak ikut turun banyak walau Anda pesan ratusan.
Perbandingan harga: yang sering bikin salah pilih
Sablon punya biaya tetap yang lebih tinggi — yaitu ongkos membuat screen, dan itu dihitung per warna. Tapi biaya per pcs-nya rendah. DTF kebalikannya: nyaris tanpa biaya setup, tapi ongkos per pcs lebih tinggi dan cenderung flat berapa pun jumlahnya.
Artinya sederhana:
| Biaya setup | Biaya per pcs | Menang saat | |
|---|---|---|---|
| Sablon | Tinggi (per warna) | Rendah | Jumlah banyak, warna sedikit |
| DTF | Hampir nol | Lebih tinggi, flat | Jumlah sedikit, warna banyak/gradasi |
Makin banyak payung, sablon makin murah per unit karena ongkos screen tadi terbagi rata. Makin sedikit jumlahnya, DTF lebih masuk akal — Anda tidak perlu membayar screen yang cuma dipakai sekali. Dan makin banyak warna logo, titik impasnya bergeser naik, karena tiap warna tambahan di sablon berarti satu screen tambahan.
Perbandingan warna: di sinilah keduanya paling beda
Sablon dibatasi maksimal 3 warna. Ini bukan soal alat, tapi soal kenyataan di lapangan: tiap warna butuh screen sendiri dan dicetak satu per satu secara manual, jadi lewat 3 warna sudah tidak praktis — tukang sablon pun umumnya menolak. Karena warna dicetak bergiliran satu per satu, posisi tiap warna bisa bergeser sedikit dari lapisan sebelumnya kalau tidak teliti. Untuk gradasi atau warna yang saling membaur, sablon sama sekali tidak bisa.

DTF justru unggul di titik itu. Logo penuh warna, gradasi halus, bayangan, sampai foto — semua kena dalam sekali cetak, tanpa batas jumlah warna dan tanpa risiko warna bergeser.
Satu hal yang sering dilupakan soal warna: kalau brand Anda terikat warna spesifik — misalnya biru Pantone tertentu pada logo bank atau instansi — sablon lebih akurat. Tintanya dimix langsung sesuai kode warna. DTF mencampur warna dari basis CMYK, jadi bisa ada selisih tipis dari warna brand asli. Untuk logo satu-dua warna dengan aturan brand yang ketat, ini bukan detail sepele.
Soal ketahanan: karena payung dipakai di luar
Payung kena hujan, kena panas, dilipat-buka ratusan kali. Jadi ketahanan cetak itu penting, bukan sekadar bagus di foto.

Sablon yang matang menyatu dengan serat kain, sehingga lebih tahan gesekan dan lipatan — inilah yang membuatnya jadi standar keawetan. DTF yang berkualitas juga awet, tapi karena bentuknya lapisan film di atas kain, versi murahan bisa retak atau mengelupas di garis lipatan setelah lama dipakai. Untuk logo sederhana dengan jumlah besar, sablon memberi kombinasi paling menguntungkan: termurah per unit sekaligus paling awet.
Cara memilih: pakai aturan ini
Daripada menebak, ikuti alur singkat ini:

- Logo Anda lebih dari 3 warna, atau ada gradasi? → pilih DTF. Sablon memang tidak bisa di atas 3 warna.
- Logo 3 warna solid atau kurang? → tinggal lihat jumlah pesanannya:
- Di bawah 50 pcs → DTF. Anda tak perlu membayar ongkos screen yang cuma dipakai sekali.
- 50 pcs ke atas → Sablon. Lebih murah per unit, dan lebih awet.
FYI, makin banyak warna logo Anda (mendekati batas 3), makin tinggi jumlah yang dibutuhkan agar sablon benar-benar lebih hemat dari DTF — karena Anda menambah satu screen untuk tiap warna.
Belum pilih payungnya? Lihat dulu koleksi payung custom kami — mulai dari payung golf, payung lipat 3 anti-UV, sampai payung lipat 5 kapsul.
Kalau masih ragu, kirim saja file logo Anda ke tim kami. Kami bantu hitung mana yang lebih hemat dan lebih awet untuk kasus Anda — tanpa Anda harus menebak sendiri.